Beranda > Puisi > Pagi yang sama

Pagi yang sama

Pagi masih sama
Mentari tetap bercahaya
Tapi mengapa terasa beda

Di ujung kata aku terbata
Sungguh ku hilang daya
Terhenyak di sudut hampa……

entah kenapa,,
aku merasa sama.
aku meringis disudut hati hampa.
menanti mentari kembali menyinari,

sunyi
ajakku menyepi
dari hiruk pikuk kota mati

bayang
…bawa aku terbang
ke alam penuh kembang

alur
jadikan aku lebur
bersama kicau kicau syukur
hingga tiada hancur
saat keping-keping itu terbentur

Legenda
kisahkan aku cerita
lipur sesak lara di dada
agar setiap kata bermakna
walau di ruang hampa

andai
andai ku boleh berandai

dara menari indah dalam taman kota
begitu ramai, dan menenangkan
…bersamaku
ruang terasa begitu luas
nada terus beralun mesrah
kata begitu bermakna dalam cinta
detak dada begitu indah
melebur dalam terbit, tenggelam matahari

andai kuboleh berandai.

wangi
harum sukma abadi
merasuk ke ruang hati
tak peduli hari berganti

…hangat
sapa cahaya mentari pagi
tak akan pernah terganti
walau hadirnya tak disadari

putih
tulus kata jiwa
tegar dalam rasa
walau apapun kata dunia

aku menanti
wangi
hangat
putih

…kembali,
menamani raga rapuh ini.

pelenyap sunyi
penbawa bayang
penikmat alur
jadi nyata sebuh leganda.

aku menanti
raga jiwa bersemi.

denting alunan tak berdawai
tentang getar tak terurai
akan ucap yang tak sampai
pada harap tak tergapai

…Kadang aku merasa benar-benar lemah
Tak tau kemana harus melangkah
Mencoba serba salah
Menatap tak terarah
Kaki-kaki ini terasa goyah
Jiwa ini terasa gundah
Hanya….
Yang ku tau kepada_MU aku berpasrah
Tuntun aku ke jalanMU yang lurus cerah.

Hanya yang Maha tau yang selalu memahami
hanya yang maha mecintai yang selalu mencintai.
hanya yang Maha menyayangi yang selalu menyanyangi

sesungguhnya hanya Dialah tempat akhir cinta kita,

Sketsa cerah kulihat indah
Terbingkai cahaya anugrah
Syukur alhamdulillah
Kuucap pada Sang Maha Cinta

…Ya Alloh
Engkau rengkuh aku
Saat lalai mulai kurangkai
Engkau dekap aku
Saat lena mulai kueja
Engkau beri aku tanda
Saat langkahku tak lagi tertata
Engkau kirim rambu
Saat nafsu mulai kurayu

ya Robbi
Betapa Engkau begitu dekat
Tapi sering aku menjauh
Betapa Engkau begitu sayang
Tapi sering aku lengahkan
Engkau beri aku anugrah
Tapi sering aku serakah

aku baru sadar
sekarang aku baru sadar,
aku hidup dengan banyang-bayang masadepan yang terlalu menyilaukan
terikat dengan masa lalu yang terlalu membelenggu.

kamar ini terasa begitu asing,
…detak jantungkupun terasa berbeda,
hela nafas tak dikenal,
pandangan mata hampa.

aku baru sadar,

Iklan
Kategori:Puisi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: