Beranda > Refleksi Kehidupan > “Pintar-pintarlah membodohi diri sendiri”

“Pintar-pintarlah membodohi diri sendiri”

Ni tentang kutipan
“Pintar-pintarlah membodohi diri sendiri”

Suatu hari dua temen baik ane lagi cekakakan, negbahas masalah cewek, trus tiba-tiba ane dateng dengan sapaan biasa “ayo makan..!” mereka pada diem.
trus yang satu bilang “udah ah gak asyik ada semprol satu ini(nama ane nih)”,
ane pura-pura cuek ma kata end tingkah mereka, bilang “Ayo makan”, trus ane keluar kamar kost mereka nih, sok cuek.
tapi dalem ati ane nih, ye..! sakit banget, “semprol tuh anak bedua kayak ane pengganggu paling menyebalkan aje” (padahal iya).
lama ane nyerocos dalam hati, kayak ada yang ngomong nih.

“lha, trus kenapa klo sakit hati? bukankah pantas kamu sakit hati? kamu kan emang dak enak buat diajak ngobrol, pa lagi masalah cewek (sok tau sih), kenapa gak dibikin seneng aja?”.
trus inget kutipan diatas “Pintar-pintarlah membodohi diri sendiri”.
akhirnya ane tarik nafas dalem dari hidung, keluar dari mulut perlahan, liat kaca, trus senyum deh, (duh gantengnya anak emak)-kata emak gue nih waktu kecil.

bersambung pada catatan Refleksi kehidupan yang lain ya!

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: