Beranda > Islam > 4 Tips ini baik dicoba untuk mencapai shalat yang lebih khusyu:

4 Tips ini baik dicoba untuk mencapai shalat yang lebih khusyu:

1. Jangan pernah berfikir jika kita masih bisa hidup setelah shalat.
Kita harus yakin jika shalat ni ialah sebagai shalat terakhir kita dimuka bumi ni,
sering kita dengar si fulan meninggal seusai shalat, si fulan meninggal setelah
adzan, imam fulan meninggal saat sujud dan lainnya. Si fulan meninggal saat
tengah judi, maksiat dan lainnya.
Mungkin ini ialah shalat terahir di dunia, setelah itu, kita harus relakan suami /
istri kita seorang diri, anak kita menjadi yatim piatu, mungkin nanti malam ialah
malam pertama dalam liang kubur, semua harta yang kita kumpulkan tak akan
kita bawa, & menjadi hak saudara kita, wajah elok & cantik yang kita banggakan
dalam sekejap akan berubah busuk.
Dari Abi Ayyub ra bahwa Nabi saw bersabda: Apabila engkau mendirikan shalat
maka maka shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah”. (Musnad Imam
Ahmad: 5/412)
“Orang yang akan Berpisah” yang dimaksud disini ialah seperti halnya orang yang
akan berpisah nyawa & raganya, akan berpisah dengan semua anak istri, harta,
tahta, segala dunia berganti dengan malam pertama di liang kubur yang gelap,
sunyi, sepi, dingin, sendiri, tiada teman disisi.
Tidaklah seorang muslim yang di datangi oleh shalat yang wajib, kemudian dia
baik dalam melaksanakan wudhu’, menhadirkan kekhusyu’an dan ruku’ maka dia
akan menjadi penghapus bagi dosa-dosa yang telah dikerjakan sebelumnya,
selama dia tidak pernah berbuat dosa-dosa besar dan hal itu terjadi selama
sepanjang masa”. (Shahih Muslim: 1/206 no: 228)
Dan Nabi saw adalah orang yang paling banyak khusyu’nya di dalam shalat.
Abdullah bin Al-Syikkhir berkata: Aku melihat Nabi saw mendirikan shalat dan di
dalam dada beliau terdengar isak tangis seperti suara gesekan penggiling tepung
karena menangis”. Sunan Abu Dawud: 1/238 no: 716
Dan Abu Bakr adalah seorang lelaki yang banyak menangis dikala shalat sehingga
dia tidak bisa memperdengarkan suara bacaannya pada saat sholat mengimami
orang. Dan Umar ra, pada saat dia mengimami orang dalam shalatnya dan
membaca surat Yusuf maka isak tangisnya terdengar sampai pada akhir saf dan
dia membaca: Qs. Yusuf:84. Shahih Bukhari: 1/236

Isham Yusuf bertanya:”Hai Hatim, apa yang dimaksud dengan menyempurnakan
shalat?”.
Jawabnya: “Menjelang (sebelum) waktu tiba, sudah siap dengan wudlu sempurna, lalu
berdiri tegak di tempat shalat sepenuh jiwa raganya, hingga terbayang seakan-akan
Ka’bah didepan mata, dan makam (liang lahat) tepat didada,  mengetahui segala isi
hati, kaki seakan berada diatas sirath, surga disisi kanan dan Neraka dikirinya, Malaikat
Izrail (Izrail, Malaikat Maut ) tepat berada di tengkuk belakangnya, dan punya perasaan
bahwa “halatinishalatyangterakhirdilakukanolehnya”
Kemudian takbir dengan khusyu’, dan hening penuh dengan tafakkur (berfikir), saat
membaca Al-Fatihah dan surat, lalu ruku dengan penuh tawadlu, dan sujud dengan
tunduk merendah serta memohon, terus duduk dengan sesempurnanya, baca tahiyat
(tasyahud) dengan penuh harapan dan takut, akhirnya salam menurut sunnatur rasul.
Semuanya diserahkan secara ikhlas kepada , lalu berdiri (sesudah selesai shalat)
dengan penuh rasa takut jika tidak diterima shalatnya, dan pula penuh harap
diterimanya oleh . Dan semua dipelihara dengan penuh rasa sabar.”
Tanya Isham:”sejak berapa lama anda lakukan shalat seperti yang diceritakan tadi?”.
Jawabnya:”Sejak /0 tahun.” Akhirnya ia menangis dan berkata:”kusamasekalibelum
pernahmelaksanakanshalatyangsepertiandajelaskan.”
Bagaimana kita dapat Shalat Khusyu sementara kita terlalu TAKABUR/ terlalu
SOMBONG & yakin jika kita masih hidup beberapa waktu setelah shalat?
2. WAJIB tahu arti setiap bacaan shalat
Qs.4 An-Nisaa’:43. Hai orang-orang yang beriman, JANGANLAH kamu shalat,
sedang kamu dalam keadaan mabuk, SEHINGGA KAMU MENGERTI APA YANG
KAMU UCAPKAN…
Jelas sekali ayat ini menekankan pada arti bacaan shalat, kita dapat melatihnya
secara berlahan. Jangan sampai puluhan tahun kita hidup di dunia, hafal beratusratus
lagu Eropa & Lagu Amerika lengkap dengan nada panjang pendek, intonasi
serta artinya dan juga riwayat pembuatan lagu & riwayat hidup Artis penyanyinya
tapi bacaan shalat saja tidak hafal.
MABUK dalam ayat ini boleh diartikan sebagai mabuk khamr, tapi juga mabuk
dunia, mabuk harta, mabuk tahta, mabuk cinta pun termasuk pulak dalam hal
yang mengganggu shalat sehingga kita lupa/silap/tak sadar bacaan shalat apa
yang telah kita baca, bahkan selalu-nya kita lupa rakaat ke berapa.

Lebih baik membaca surat pendek yang kita tahu arti bacaan setiap kata-kata
daripada membaca surat panjang yang kita tak tahu apa artinya. Ingat, untuk
mencapai SHALAT KHUSYU dalam Ayat diatas IALAH FAHAM APA YANG
KITA UCAPKAN.
Garis besarnya, dalam ayat ini terdapat 2 hal:
a. Jangan melamun, jangan mabuk, jangan mabuk harta, jangan mabuk cinta,
jangan mabuk tahta, jangan mabuk dunia yang membuat kita tidak sadar & tidak
tahu apa yang kita ucapkan
b. Arti bacaan shalat yang harus kita fahami untuk mencapai SHALAT KHUSYU
Faham arti bacaan shalat itu PENTING SANGAT HINGGA KITA TIDAK HANYA
DITUNTUT HAFAL BACAAN SHALAT TAPI JUGA FAHAM ARTINYA AGAR
LEBIH KHUSYUK & MENGHAYATI SHALAT
Jadi,,, maaf,,, untuk akhi, ukhti, kakak, adik yang masih belum faham arti bacaan
iftitah, alfatihah, surah/ayat, ruku, i’tidal, sujud, duduk antara 2 sujud, tahiyat
awal & akhir, maka WAJIB tahu & hafal maknanya. Lebih bagus jika kata demi
kata.
Bagaimana mungkin kita dapat shalat Khusyu jika kita hanya seperti membaca
“mantra” yang tidak tahu artinya?

3. Ucapkan dengan SUARA SEDANG/DI ANTARA KERAS & PELAN (((ini
penting sekali)))
Qs. 17 Al-Israa’:110 dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam
shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di
antara kedua itu”.
SAUDARA SEMUA MERASA PIKIRAN MELAYANG KEMANA-MANA SAAT SHALAT???
INILAH PENANGKALNYA
Bila kita pelankan suara atau cuma di dalam hati saja, maka terkadang fikiran kita
akan melayang tak tentu arah, tapi jika kita baca dengan suara lirih yang didengar
oleh diri sendiri, maka ini akan lebih membantu konsentrasi pada bacaan shalat,
arti & MENSUCIKAN JIWA. Karena ibadah itu semua ditujukan untuk MENSUCIKAN
JIWA.

Shalat ialah Syariat, Hakikatnya ialah MENSUCIKAN JIWA, Ma’rifatnya ialah
BERSYUKUR PADA PENCIPTA YANG TELAH MEMBERIKAN BANYAK KENIKMATAN
YANG TAK TERHINGGA.
4. Tuma’maninah
Meski Nampak sepele, tapi justru Tuma’maninah inilah termasuk penentu sah
tidaknya sebuah shalat karena ia termasuk salah satu dari RUKUN SHALAT.
Tuma’maninah ini lah yang sering dilupakan oleh banyak orang. Perlahan, tidak
terlalu cepat, dinikmati, dihayati, yakinkah kita jika 10 detik lagi masih hidup?
Tuma’maninah ini termasuk 1 dari 13 rukun shalat. Ingatlah bahwa dalam
berbagai hadits shahih baik Muslim, Bukhari, Ahmad, dan lainnya, sering sekali
menceritakan bahwa:
Rasulullah SAW menyuruh orang yang shalat agar mengulang kembali shalatnya,
dan setelah diulang, tapi tetap saja Rasulullah Muhammad SAW menyuruhnya
mengulang lagi shalatnya. Dan setelah diulang pun, tetap saja Rasulullah
Muhammad SAW menyuruhnya mengulang lagi shalatnya.
Hal ini dikarenakan orang tersebut tidak tenang & tidak Tuma’maninah dalam
shalatnya, tergesa-gesa, tidak menghayati, tidak memberikan sepenuh jiwa, hati
& raga untuk menghadap Sang Khaliq. Ini pun menandakan bahwa shalat yang
tidak Tuma’maninah itu TIDAK SAH! Dan Rasulullah Muhammad SAW
memerintahkan agar mengulangi shalatnya hingga sampai berkali-kali.
Bagaimana dengan shalat kita selama ini??? Masihkah kita shalat dengan pikiran
tertuju pada Harta, tahta, cinta & dunia??? Atau Shalat kilat express??? Saat
imam belum sempurna sujud kita sudah bergerak menyamai imam?
Ingatlah bahwa Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan agar kita tidak bergerak
sebelum imam betul-betul melakukan gerakan selanjutnya secara penuh. Sering
kita perhatikan saat Imam baru setengah sujud, kita sudah mengikutinya, ini tidak
benar.

 

sumber : islamterbuktibenar.com

Iklan
Kategori:Islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: